Rahasia Mendidik Anak Laki-Laki Agar Menjadi Sholih, Bercermin Dari Muhammad Al-Fatih

kokoindonesia.com - Disadari atau tidak, anak sekarang tampak berbeda dengan anak dahulu. Anak dahulu sangat terkesan sopan dan menghormati orangtuanya. Jika ia ditatap oleh orangtuanya, ia sudah tahu dan merasa bahwa ia telah melakukan sesuatu yang membuat orangtuanya kecewa. Dalam hati ia akan langsung bertekad untuk merubah sikapnya.


Mari kita lihat anak sekarang, anak-anak seakan kurang hormat kepada orangtua. Dinasehati malah membantah, dimarahi malah semakin berontak. Bahkan ketika dimintai tolong orangtuanya, tanpa segan ia berani menolak. Seakan sikap hormat terhadap orangtuanya tidak ada lagi.


Sejatinya seorang anak yang terlahir ke dunia itu seperti selembar kertas putih yang bebas diisi dengan tinta apa saja oleh orangtua, teman, kerabat ataupun sahabatnya. Tapi pada dasarnya yang berperan untuk masa depan anak adalah orangtuanya sendiri. Baik buruknya seorang anak di masa depan itu tergantung didikan orangtuanya. Keluarga adalah madrasah pertama pendidikan seorang anak. Terlebih lagi kelak yang akan bertanggungjawab terhadap perbuatan anak adalah orangtuanya.


Lalu, bagaimana cara kita sebagai orangtua agar bisa mendidik anak menjadi anak yang sholih? Menjadikannya aset yang berharga bagi agama dan negara.


Nah, simak tips dari Koko Indonesia di bawah ini yuk :

 

1. Membacakan Doa

Membaca doa termasuk efek positif, karena doa orangtua adalah doa yang mustajab. Doa yang dibaca untuk memperoleh anak sholeh dan sholehah adalah doa Nabi Zakaria yang terdapat dalam Al Qur’an, “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik (shaleh). Sesungguhnya Engkaulah Maha Pendengar doa.” (QS. Al Imran : 38)

 

2. Membiasakan Anak Mendengarkan Ayat Suci Sejak Dalam Kandungan

Berikan Bisa dengan mendengarkan audio murrotal, atau akan lebih baik lagi kalau kita sendiri yang membacakan Al Qur’an untuk si kecil. Hal ini akan memberikan efek-efek positif pada si janin.

 

3. Mengajak Bicara

Pada minggu ke 25 janin sudah dapat mendengar dan mengenali suara orang-orang terdekatnya, maka lakukanlah komunikasi islami dengan janin dan mengelus elus perut.

 Baca juga :Trik jitu menjadi ibu pintar di era millenial

4. Menjaga Perilaku

Menjaga perilaku sangat penting dan dibutuhkan ketika masa kehamlan, karena akhlak orangtua sangat berpengaruh terhadap akhlak anaknya kelak. Mulai dari sikap, ucapan hingga perilaku.


Menghindari hal-hal yang kurang baik tidak hanya ditekankan dalam masa kehamilan saja, tapi juga sampai anak dewasa. Sebab orangtua memegang peranan yang sangat penting dalam menanamkan perilaku dan adab serta akhlak yang baik kepada anaknya. Jika orangtua berperilaku baik maka diharapkan sang anak juga meniru serta mencontoh perilaku baik dari orangtuanya.

 

5. Rejeki Yang Halal

Agar anak menjadi generasi yang terbaik. Sudah menjadi kewajiban bagi setiap orangtua memperhatikan setiap makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Islam benar-benar menjaga dan memperhatikan para pemeluknya agar tidak sembarangan di dalam mencari nafkah. Sebab rejeki yang haram akan memberi dampak yang negatif terhadap perilaku, tutur, serta pertumbuhan intelektual si anak. Sebaliknya, jika itu rejeki halal, maka akan menberikan dampak yang positif juga.

 

6. Mengajarkan Membaca Al Qur’an

Setelah mengenalkan dengan membacakan Al-Quran sejak dalam kandungan, mulai ajarkanlah juga untuk bisa membacanya ketika ia sudah mulai mengeja atau saat berumur 6 bulan.

Mulailah dengan mengeja Iqro dulu, kemudian dilanjutkan dengan hafalan surat-surat pendek dan bisa lanjut Al-Qur’an. InsyaaAllah di usia 3 tahun si kecil sudah bisa membaca Al-Qur’an. Anak kecil itu peniru ulung, jadi ajarkan si kecil untuk menirukan hal baik.

 

7. Kenalkanlah Mana Saja Aurat Laki-laki

Dengan menjelaskan dari kecil diharapkan anak bisa mengerti mana yang boleh dilihat oleh lawan jenis dan mana yang tidak. Guna menjaga rasa malunya, karena rasa malu adalah sebagian dari iman.

 

8. Jelaskan Batasan Antara Laki-laki dan Perempuan

Akan ada masa di mana si anak mulai bertanya perihal lawan jenis, maka dari itu sejak kecil kita harus memberi tahu apa saja yang boleh dilakukan bersama lawan jenis, dan apa saja yang tidak boleh dilakukan. 


Memberikan penjelasan bagaimana pergaulan yang benar antara lawan jenis sesuai dengan perintah Allah. Jadi sebagai orangtua itu kita harus paham ilmu-ilmunya dulu ya? :)

 

9. Tunjukkan Rasa Sayang

Pada umumnya laki-laki itu sulit untuk menunjukkan rasa sayang dan perhatian. Maka dari itu, kita sebagai orangtua harus mengajarinya untuk tidak malu menunjukkan rasa sayang kepada orang terdekatnya, seperti orangtua ataupun saudara kandungnya.

 

10. Berikan Dukungan Tanpa Batas

Seorang anak bebas memilih apa yang diinginkan, kita sebagai orangtua hanya perlu terus memberikan dukungan untuk semua yang ia lakukan dan cita-citakan agar anak tumbuh menjadi anak yang percaya diri.

 

11. Bermain Bersama

Cara mendidik anak yang baik bukan saja dengan memagari mereka dengan aturan-aturan. Namun juga dengan mengajak mereka bermain, menari atau menonton acara musik bersama. Bisa juga dengan mengajaknya melakukan hal-hal positif seperti jum’atan bersama, ngaji bersama, atau tadarusan bersama.


Biarkan si anak mempelajari sesuatu dari orangtuanya melalui hal-hal yang membuatnya gembira.

 

12. Cinta Tanpa Syarat

Ajarkan pada mereka mencintai dengan tulus dari melakukan sesuatu dengan tanpa syarat, Ini akan membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang mudah memahami sekitarnya dan memahami sesama.

 

13. Ayah Yang Baik

Jadilah sosok ayah yang sempurna di hadapan anak. Berikan contoh-contoh perilaku yang baik yang bisa membuat anak ingin meniru kebaikan kita. Sudah pernah mendengar kalau anak itu peniru ulung? Nah, jadi mulai saat ini ajarkanlah hal-hal baik agar ditiru oleh si kecil dengan baik pula ya.

 

14. Jadilah Bintang idola

Anak laki-laki akan selamanya memandang kita dan kitalah yang akan diingatnya pertama kali ketika dalam masalah. Menjadi bintang idolanya adalah cara mendidik anak yang paling mudah, karena kita hanya cukup berperilaku seperti bintang dengan tingkah laku yang pantas ditiru si anak.

 

15. Berikan Kenyamanan

Ada beberapa tipe ibu yang menerapkan cara mendidik anak super ‘galak’ dan ditakuti oleh anak laki-lakinya. Anehnya, mereka tetap merasa nyaman bersama sang ibu yang galak dan tetap merindukannya meski telah merantau menyeberang lautan.


Kita boleh saja menerapkan disiplin, tapi jangan lupa untuk memberikan penghargaan atas upaya anak-anak mematuhi peraturan kita.

 

16. Menghormati Orang Lain

Berikan contoh tentang mengapa dan bagaimana cara menghormati orang lain di sekitar kita, termasuk kepada suami, sanak saudara, orangtua, maupun para tetangga kita. Anak laki-laki harus memahami sejak dini bahwa arogansi adalah suatu kesia-siaan dan dapat menyakitkan bagi oranglain.

 

17. Belajar Bertanggung Jawab

Cara mendidik anak laki-laki yang salah bukan hanya menjadikan mereka sebagai pria tak bertanggung jawab, namun juga disingkirkan dari pergaulan (terutama oleh lawan jenis). Jangan sampai hal ini terjadi pada anak kita. Yuk cegah hal ini dengan menunjukkan tanggung jawab kita sebagai orangtua, seperti menyediakan sarapan, menjemput mereka pulang sekolah tepat waktu atau menemani mereka belajar.


Bisa juga dengan mengajarkan mereka ketika mengotori rumah dengan mainannya, ajarkan mereka untuk kembali merapikan pada tempat semula. Atau ketika mereka mengambil minum, ajarkan untuk mengembalikan atau mencuci gelas yang sudah ia pakai. Sesimple itu tapi efeknya akan sangat luar biasa di masa depan lho !

 

18. Mengajarkan Keterbukaan

Sempatkanlah waktu untuk sekedar saling bercerita pengalaman, keseharian atau hal-hal lain yang bisa membuat hubungan kita dengan si anak makin dekat. Berbagi segala cerita tentang kisah sahabat Rasulullah, seperti Muhammad Al Fatih akan memambah pengetehuan si anak. Lalu biarkanlah ia memberikan kesan dan bergantian menceritakan pengalaman mereka.

 

19. Mengajarkan Kesabaran dan Ketegaran

Ketika menghadapi masalah dalam keluarga, jangan tunjukkan sikap arogan kita. Tapi tunjukkanlah kesabaran seorang ibu dan ketegaran seorang ayah. Ketika kita sabar dan tegar, hal itu akan mengajarkan kepada anak kita secara tidak langsung agar anak kita kuat mengatasi permasalahan yang akan dihadapinya kelak ketika sudah dewasa nanti.

 

20. Mengajarkan Kelemah Lembutan

Seorang anak laki-laki yang tumbuh tanpa seorang ibu, umumnya akan menjadi seseorang yang kasar, kurang peka terhadap diri sendiri, tidak menghargai orang lain serta lingkungan sekitarnya. Ajarkanlah kepada anak lelaki Anda agar menjadi lemah lembut dalam bersikap, tanpa harus menghilangkan sisi ketegasannya.

 

21. Pilihkan Guru Yang Terbaik

Bercermin dari kisah Muhammad Al Fatih. Ayahnya, Sultan Murad II memilihkan Syeikh Aaq Syamsuddin sebagai gurunya. Atas didikan beliau, Muhammad Al Fatih telah menyelesaikan hafalan 30 juz ketika berusia 8 tahun, mempelajari hadis-hadis, memahami ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang.


Selain itu, Muhammad juga mempelajari berbagai bahasa, seperti: bahasa Arab, Persia, Latin, dan Yunani. Tidak heran, pada usia 21 tahun Muhammad sangat lancar berbahasa Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani.


Jadi tidak ada salahnya bagi orangtua kalau menginginkan anaknya menjadi anak sholih, ia bisa mulai dengan mencarikan guru terbaik untuk anaknya atau memasukkan anaknya ke Pondok Pesantren.

 

22. Mewariskan Visi Yang Kuat Sejak Kecil Dengan Kisah-kisah Inspiratif

Visi menegakkan Islam di muka bumi sudah ditanamkan oleh Sultan Murad II kepada putranya. Diceritakannya kisah-kisah kepahlawanan Islam sejak zaman Rasulullah, hingga dirinya kepada Muhammad Al Fatih. Tak heran, sejak kecil Muhammad Al Fatih telah bercita-cita menakhlukkan Konstantinopel.


Pengajaran yang baik mulai dibangun sejak kecil di rumah yang menjadi area pertama yang ditempati sang anak. Mari mulai ajarkan anak kita dengan mencoba tips-tips yang sudah KoIn berikan di atas. Semoga bermanfaat ya :)


Salam hangat,

KoIn (Koko Indonesia)